Iblis "laknatullah 'alaih" terusir dari kenikmatan Sorga karena kesombongannya. Ini adalah pelanggaran terberat yang pernah dilakukan oleh mahluk kepada Tuhannya. Karena merasa dirinya lebih hebat dari Adam, maka Iblis menolak ketika Allah SWT memerintahkan ia untuk sujud kepada Manusia pertama itu.
Sungguh kesombongan adalah kesalahan yang sangat besar. Karena itulah kini setelah terlaknat dan terusir dari Sorga Iblis dan para syaithan berusaha menularkan penyakit hati yang teramat berbahaya itu kepada anak cucu Adam (manusia). Iblis tak mau sendirian menghuni neraka yang penuh siksa dan derita. Ia akan mencari kawan sebanyak-banyaknya.
Tatkala kesombongan telah hinggap di hati manusia, ketika itu pulalah harga dirinya jatuh pada tempat yang sangat rendah.
Kesombongan seseorang timbul karena menganggap diri serba lebih dari orang lain. Si Pulan sombong karena merasa lebih pandai, si Anu sombong kerana merasa lebih kaya, si Itu sombong karena lebih cantik, dan masih banyak lagi jenis kesombongan yang lainnya. Yang jelas, ketika perasaan "lebih" itu telah menghinggapi hati, lupalah manusia akan ke "dhaipan" diri. Kita tak sadar bahwa sehebat-hebatnya mahluk, toh masih terikat dalam lingkaran kehidupan yang memiliki keterikatan antara satu dengan lainnya. Fakta telah berbicara bahwa tiada kekuasaan manusia yang tak runtuh manakala kesombongan telah tumbuh di hati mereka. Tak terhitung jumlah rezim yang tumbang karena tak mampu mengendalikan diri lalu terjebak dan dilingkupi oleh berbagai kesombongan.
Fir'aun misalnya. Atau seorang kaya bernamaQarun yang masih hidup sejaman dengan raja Mesir itu. Dan dari jaman kejaman, sejarah masih terus mencatat nama-nama orang yang mati konyol karena tenggelam dalam kesombongannya.
Saat seseorang merasa lebih hebat dari orang lain,saat itu juga matanya tertutup untuk melihat peluang-peluang kehancurannya yang disebabkan oleh orang lain. Kewaspadaan hilang dan lawanpun memiliki kesempatan untuk menjatuhkan.
Allah Maha bijak. Diciptakannya komponen alam ini berdiri dalam suatu rangkaian yang tersambung dan dihubungkan oleh suatu jalan yang bernama kebutuhan.
Si Anu yang merasa paling kaya toh masih membutuhkan pegawai dan karyawan untuk meringankan beban pekerjaannya. Paling tidak ia memerlukan super market, tempat perjudiann, atau para perempuan malam untuk sekedar menjadi tempat menghambur-hamburkan uang.
Si itu yang merasa lebih cantik bukankah masih membutuhkan petugas salon untuk sekdar membantu menutupi bekas-bekas jerawat.
Paling tidak semua orang yang merasa serba lebih, masih membutuhkan orang lain yang dianggap kurang, sekedar sekedar untuk dibandingkan dengan dirinya.
Kesombongan atau "Al Mutakabbir" adalah hak Allah saja. Ia lah yang tidak membutuhkan sesuatu diluar diriNya. Ia maha berdiri sendiri (Qiyamuhu bi nafsihi). Ialah Yang memberikan segala kelebihan yang dimiliki oleh sekelompok mahluk atas mahluk lainnya.
Semoga kita terhindar dari kesombongan. Penyakit yang telah menyebabkan Iblis memperoleh tempat abadi di neraka (asya)